Cirebonmedia.com – Kemacetan, selalu menjadi gambaran yang sama setiap kota di negara ini. Mengutip dari kultwit di akun Twitter-nya @andrinof_a_ch. Pengamatan  kebijakan publik, Andrinof Chaniago memaparkan, ada sembilan hal yang menjadi penyebab kemacetan di ibukota. Alasan ini juga yang mungkin bisa kita gunakan di daerah. Tinggal disesuaikan dengan kondisi suatu daerah.

Cirebon, sebuah kota yang sedang bergerak maju, tentu membawa perubahan fundamental pada basic traffic yang selama ini tampak biasa saja. Tapi jangan lengah untuk 5 tahun kedepan. Bisa jadi Cirebon akan lebih parah dari Bandung. Sudah siapkah masyarakat dengan hal ini.

Menurut Andrinof Chaniago, Biasanya ketersediaan ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari total luas kota. Sudah dapat dipastikan jika kurang dari itu, jalan akan penuh. Yang kedua, moda angkutan umum harus disesuai. Gunakan moda angkutan dengan daya angkut besar.

Pengamatan  kebijakan publik, Andrinof Chaniago memaparkan, ada sembilan hal yang menjadi penyebab kemacetan di ibukota. Alasan ini juga yang mungkin bisa kita gunakan di daerah. Tinggal disesuaikan dengan kondisi suatu daerah.

Khusus di Jakarta, menurut Andrinof, angkutan umum utama harusnya bus dan kereta yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar. “Yang terjadi saat ini Jakarta masih dilayani 16 ribu angkot. Jumlah angkot kebanyakan dan harus diciutkan drastis,” kata dia lewat akunnya. Penyebab ketiga yaitu minimnya sarana penyeberangan. Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai saat arus lalu lintas sedang tinggi. Ini tentu menghambat laju kendaraan. Keempat, karena kebijakan perumahan perkotaan yang salah. Seperti di Jakarta, rumah susun jumlahnya amat kecil. Akibatnya, orang menyebar ke daerah pinggir.”Penyebaran rumah kepinggir membuat orang lama dan banyak berada di jalan,” ujar Andrinof. Penyebab kelima karena banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki bangunan fly over maupun underpass. Apalagi pemotongan jalan dengan rel kereta api.

Keenam, angka urbanisasi dan pertumbuhan penduduk. Penyebab terakhir, yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan seperti mall dan ruko.”Di luar sembilan penyebab tersebut, ada dua masalah fundamental, yaitu kepemimpinan birokrasi dan tata kelola anggaran,” ujar pengamat dari Universitas Indonesia itu. Semoga bisa diambil pelajaran untuk Kota Cirebon.

 

Oleh,beti

@andrinof_a_ch

Shares
Share This