Cirebonmedia.com – Badai Petir. Belum tentu semua paham bagaimana proses terjadinya. Tapi setidaknya pernah melihat bagaimana lidah api itu menyambar yang disusul dengan suara gelegar. Pada saat musim hujan, udara banyak mengandung kadar air yang dapat membuat daya isolasinya turun, sehingga arus/muatan listrik lebih mudah mengalir. Petir terjadi ketika elektron di bawah awan tertarik oleh proton di daratan. Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif sedangkan proton adalah partikel subatom yang bermuatan positif. Muatan listrik yang terakumulasi, harus dalam jumlah yang cukup besar untuk mengisolasi udara.

Ketika petir terjadi, aliran muatan negatif (elektron) mengalir menuju titik tertinggi dimana muatan positif (proton) telah berkerumun karena adanya tarikan petir tersebut. Koneksi antara elektron dan proton yang menyebabkan sambaran petir. Petir juga bisa terjadi pada awan yang berbeda muatan. Awan bermuatan positif akan berkumpul dengan awan positif lainnya, itu terjadi karena adanya angin.

foto : Aryservis

Muatan positif di awan bisa berada di bagian atas atau bagian bawah. Begitu sebaliknya jika muatan positf posisinya berada di atas, maka muatan negatif berada di bagian bawah awan. Ketika awan menyetarakan muatan listrik dengan tanah, muatan harus melewati berbagai lapisan udara. Udara bukanlah konduktor yang baik untuk listrik, sehingga sebagian energi hilang menjadi energi panas pada saat menjalar ke daratan.

Petir. Belum tentu semua paham bagaimana proses terjadinya petir. Tapi setidaknya pernah melihat bagaimana petir menyambar yang disusul dengan suara gelegar.

Ada baiknya menjauh dari wilayah petir. Karena petir punya suhu dan tegangan yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian. Sambarannya akan memanaskan udara di sepanjang jalur yang dilewati, itu yang menyebabkan petir menyebar dengan cepat. Sebuah petir tunggal dapat menaikkan suhu udara  sekitarnya hingga 50.000 derajat Fahrenheit atau setara dengan 27.760 derajat Celcius.

Kemudian, setiap kali petir menyambar, selalu disusul dengan suara guntur. Suara gemuruh guntur tercipta ketika petir melewati udara. Ini membuat udara menjadi panas dan dingin sehingga menghasilkan gelombang tekanan yang begitu besar. Semakin besar tekanan yang diberikan maka semakin besar juga suara guntur yang kita dengar. Perbadingan antara petir dan guntur sangat tipis. Kecepatan cahaya diperkirakan sebesar 190.000 mil/detik sedangkan kecepatan suara sebesar 1.000 kaki/detik. Maka dari itu, setelah proses terjadinya petir, baru terdengar suara guntur.  Walaupun secara teori, ada kemungkinan kita mendengar guntur terlebih dahulu sebelum petir terjadi.

 

Oleh,Beti

@dari berbagai sumber

Shares
Share This