Kreativias Dari Kerajinan Sampah

Cirebonmedia.com Sampah pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, terbayang dan terlintas dalam benak kita berupa tumpukan barang limbah yang tidak sedap dilihat serta beraroma busuk menyengat. Sampah diartikan sebagai suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Namun lain halnya dengan sosok yang satu ini, berawal dari Hobinya membuat asesoris Ibu Dewi Kania salah satu ibu rumah tangga di desa Watubelah berusaha keras untuk memanfaatkan sampah-sampah yang tidak terpakai menjadi benda yang memiliki nilai ekonimis tinggi. Saat ini ia telah mengajak masyarakat sekitar untuk dapat menghasilkan sebuah barang tak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Secara umum sampah yang dihasilkan manusia digolongkan menjadi dua macam yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang terdiri dari sampah dapur dan dedaunan merupakan jenis sampah yang dapat terurai secara alami (biodegradable). Jenis sampah ini sudah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dalam pembuatan produk seperti kompos, pupuk cair, briket, dan biogas.

Sedangkan sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak dapat terurai (undegradable) yang terdiri dari plastik, karet, kaleng dan logam. Kerja keras alam dalam meguraikan sampah secara natural sangat tidak berimbang dibanding berjuta volume sampah yang diproduksi. Oleh karena itu,  diperlukan suatu upaya intensif dalam penanganan dan pengolahan sampah agar tidak mengganggu kelestarian lingkungan.

Pemanfaatan sampah anorganik khususnya plastik, selama ini masih belum maksimal. Untuk sampah plastik yang masih bernilai ekonomis, orang banyak memanfaatkannya menjadi produk yang sama dengan bentuk awalnya (monoton) dan tidak ada variasi, seperti ember, tempat tabungan, kursi plastik, dan piring plastik yang proses pembuatannya melibatkan bahan kimia berbahaya.

sampah plastik 500X500
Image By: Google.com

Sedangkan untuk kantong plastik kebanyakan dibuang begitu saja ke lingkungan. Padahal kantong plastik yang digunakan manusia jumlahnya cukup besar. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pemanfaatan sampah plastik yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan membuatnya sebagai bahan baku pembuatan kerajinan rajut untuk dijadikan produk aksesoris.

Kerajinan rajut plastik digunakan sebagai media pengganti pembuatan kerajinan rajut dari benang. Produk rajut dari sampah plastik memiliki inovasi baru daripada kerajinan rajut yang ada selama ini berada di pasaran yang mana biasanya berbahan baku benang. Bahan sampah plastik dipilih karena sifatnya yang tahan lama, ketersediaannya melimpah, murah, dan mudah dibentuk. Dengan bahan baku yang murah ini menjadikan hasil rajutan dari sampah plastik memiliki harga yang lebih murah daripada yang terbuat dari benang.

Kerajinan rajut sampah plastik ini selain dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang menambah nilai ekonomis dan digunakan oleh masyarakat sebagai peluang usaha kerajinan, tetapi juga dapat membantu dalam menanggulangi pencemaran lingkungan.

 

 

 

Shares
Share This